Saturday, December 11, 2004

The Sea of Dolphins

Di suatu pulau yang tenang, di sana hidup sekelompok orang yang tidaklah terlalu modern, tapi paling tidak mereka tetap dapat mempertahankan hidup mereka. Hidup mereka sangat sederhana, kebanyakan dari mereka hanya bekerja sebagai nelayan, tapi mereka sangat menikmati kehidupan mereka itu. Pulau tersebut juga sangat indah, namun sayang sekali karena terlalu terpencil dan terlalu kecil, maka tidak ada satu orang turispun yang singgah ke sana. Sebenarnya pulau itu kaya akan alamnya, hanya penduduknya saja yang tidak tahu bagaimana cara memanfaatkannya. Bahkan cara mereka menangkap ikan pun masih naya menggunakan tombak bermata batu tajam, pokoknya seperti orang zaman dahulu sekali.

Hingga suatu saat, datang 5 orang asing ke pulau tersebut. Mereka berlima adalah petualang yang selalu mencoba untuk menemukan sesuatu yang baru. Mereka berlayar dari pulau yang satu ke pulau yang lain dan akhirnya sampailah lima orang itu di pulau terpencil tersebut. 5 orang itu terdiri dari sepasang suami-istri, seorang gadis, seorang pria muda petualang dan seorang professor yang lumayan tua. Kedatangan mereka berlima bagaikan titisan dewa yang turun dan sangat ditunggu-tunggu kedatangannya oleh para penduduk asli di pulau itu.

Pada awal kedatangan mereka, para penduduk asli sangat ketakutan sekali dan bahkan hendak memburu mereka. Tapi akhirnya mereka lambat laun mengerti, bahwa 5 orang itu adalah orang yang baik, bahkan mereka mengajarkan kepada penduduk asli itu untuk dapat hidup lebih baik. Mereka mengajarkan cara membuat perahu, jala, alat pancing sederhana, umpan, memakai dan membuat pakaian, memasak makanan yang lebih baik dan benar, mencari sumber makanan baru seperti kelapa, dan masih banyak lagi yang mereka ajarkan dan berikan pada pulau itu dan beserta penghuninya selama 10 tahun.

Yah, benar sekali, 10 tahun sudah mereka lewati bersama suka dan dukanya di pulau itu. Sampai anak sepasang suami-istri itu telah berusia 8 tahun. Dan sang gadis juga telah menikah dengan sang pemuda dan ia sekarang sedang mengandung anaknya yang pertama. Dan tentu saja sang professor sudah mulai mendekati ajalnya, bagaimana tidak, kini ia telah berusia 88 tahun dan sudah cukup banyak penyakit yang telah merasukinya. Ia sendiri pun telah menyadari tentang hal itu.

Suatu hari, saat matahari belum muncul, entah mengapa jiwa muda professor tiba-tiba muncul begitu saja. Mungkin karena ia sudah punya firasat bahwa hidupnya tidak akan lebih dari hitungan jari tangannya. Maka pergilah ia membawa perahu dan menarik layar sendirian. Tidak ada yang tahu bahwa ia pergi di pagi buta itu dan tak ada yang tahu ke mana perginya. Ia terus berputar-putar di laut sekeliling pulau itu. Banyak pulau-pulau kecil di sekitar situ yang ia singgahi, tapi sepertinya selalu tampak biasa-biasa saja baginya. Ia mencari sesuatu yang lebih dari itu.

Tiba-tiba saat ia berhenti di suatu tempat, di balik batu besar yang penuh lumut, ia tersenyum lebar. Entah apa yang dilihatnya, apakah ia melihat ke atas atau ke kejauhan, atau mungkin ia melihat ke bawah, menembus lautan yang sangat, sangat transparan dan berwarna biru bening bersih nun tenang. Pokoknya yang dilihat orang-orang saat ia kembali ke pulau kecil itu hanyalah senyumannya yang tersungging lebar di wajahnya yang ramah itu.

Orang-orang bertanya-tanya, apa gerangan yang telah ia lihat di laut lepas sana? Saat ia hendak menjawab, tiba-tiba suaranya tak mau keluar, nafasnya terasa sesak dan seketika itu juga ia terjatuh ke tanah. Orang-orang datang mengelilingi dirinya yang terbaring lemah di atas tanah. Akhirnya dengan seluruh tenaga yang telah ia kumpulkan terucaplah kata-kata misterius denagn senyum yang sangat ingin ia berikan, tapi karena sulit, maka senyum itu nampak seperti dipaksakan. Ia menunjukkan tangannya ke arah tadi ia melihat sesuatu yang membuat wajahnya berseri-seri, ke arah batu besar yang berlumut tadi. Lalu ia tersenyum dan berkatalah ia, “Ada lautan yang indah di sana. Pergilah dan cari tahulah apa yang ada di sana.” Sesaat setelah berkata, nafas terakhir dihembuskan oleh professor tua yang ramah itu, yang ditinggalkannya hanyalah sebuah kata-kata yang sengaja dibuat misterius olehnya dan senyuman lebar yang menghiasi wajahnya itu.

Begitu ia menghembuskan nafasnya yang terakhir itu, tanpa alasan yang tepat, batu berlumut itu tiba-tiba langsung retak dan pecah berkeping-keping lalu jatuh ke laut, seolah-olah hendak menyembunyikan tempat terakhir yang dikunjungi oleh sang professor. Keesokkan harinya, mayat professor dibawa kembali ke negri asalnya bersama dengan 2 pasang suami-istri dan seroang anak yang telah berusia 8 tahun. Sang professor dimakamkan di negri asalnya. Akhirnya mereka terus-menerus menetap di sana, sampai anak dari pasangan suami-istri muda telah berusia 3 tahun. Seperti ada suatu dorongan semangat baru, mereka kembali berlayar lagi ke pulau yang ditinggalkan itu bersama anak-anak mereka.

Sepertinya kata-kata misterius professor berulang kembali, bahkan sudah menyebar dari mulut ke mulut. Maka pulau yang tadinya sangat tidak dikenal itu, sekarang sudah menjadi sangat terkenal sekali. Pulau itu menjadi sangat penuh oleh turis-turis yang hendak melihat dan mencari tahu apa yang sebenarnya tersembunyi di lautan lepas sana. Banyak orang mengira-ngira, bahwa di lautan, di dasar lautan yang ditunjuk oleh professor terdapat harta karun yang terpendam. Tapi sudah banyak orang yang pergi ke sana dan mereka tidak melihat sesuatu yang istimewa dan gemerlap di sana, yang mereka lihat hanyalah ikan, air dan tetumbuhan laut yang hidup di sana.

Ketika mantan petualang itu kembali ke sana, mereka sangat terkejut sekali, mengapa banyak sekali orang yang ke sana. Pulau itu sudah bukan merupakan pulau yang tenang dan bersih seperti dulu lagi. Tapi mereka tahu, bahwa mereka tidak mempunyai hak atas pulau tersebut. Seluruh penduduk asli menyambut kedatangan mereka dengan penuh suka-cita, mereka sangat senang sekali dengan kehadiran dewa penolongnya dulu.

Mereka, mantan petualang itu bersama dengan anak-anak mereka, menginap di sana untuk 2 malam. Saat pagi-pagi sekali, keadaannya hampir sama dengan waktu sang professor pergi berlayar sendirian, mereka semua pergi mendayung perahu bersama anak-anak mereka. Mereka melakukan hal yang sma seperti sang professor, mereka pergi mendayung melewati pulau-pulau kecil yang ada di lautan tersebut sambil menikmati kesejukan udara laut dan merdunya suara deburan ombak. Tujuan terakhir sebelum sampai di pulau awal adalah tempat bebatuan lumut yang retak dan hancur pada hari kematiannya professor.

Para mantan petualang itu melihat ke dasar laut dan mereka tidak melihat apapun di sana. Saat sang balita kecil yang baru berusia 3 tahun itu hendak menyentuhkan tangannya yang mungil ke permukaan air, tanpa sengaja tiba-tiba perahu bergoyang dan anak kecil itu jatuh ke air, kedua orang tuanya menjadi sangat panik sekali. Tapi tiba-tiba segerombolan lumba-lumba muncul dari bawah, terlihat hampir seperti muncul dari dasar laut. Lalu salah satu lumba-lumba itu langsung berenang dengan cepat dan menangkap anak balita tersebut dan membawanya kepada orang tuanya yang di atas perahu berwarna kuning cerah itu. Mereka sangat berterima kasih kepada lumba-lumba itu.

Lalu entah mengapa, sang anak bukannya menangis, tapi malah tertawa dan bertepuk tangan, padahal tidak ada atraksi lumba-lumba di sana. Kemudian tiba-tiba anak dari pasangan suami-istri yang lebih tua itu berdiri dan lalu tersenyum lebar. Melihat keanehan itu, sang orang tuapun bertanya, “Kau melihat apa, Nak?” Sang anak menjawab, “Ibu, aya, berdirilah dan lihatlah!”. Maka seluruh orang yang ada di perahu itu berdiri dan tetap membuat keseimbangan. Dan, yap… sama! Mereka pun kemudian tersenyum lebar.

Apa yang sebenarnya mereka lihat? Oh… indahnya… ternyata mereka melihat segerombolan lumba-lumba dengan jenis yang bermacam-macam berenang di sana. Jumlahnya mungkin lebih dari 70 ekor, cantik sekali. Tapi bukan hnaya itu yang indah, kalau hanya itu mungkin baru terlihat indah oleh para pengagum binatang. Namun kali ini, lihatlah… puluhan ekor lumba-lumba yang berenang di dalam air yang jernih, bersih, kebiruan bening, terkena pantulan sinar matahari dan yang sungguh sangat indah adalah mereka terkena pantulan pelangi 7 warna. Cantik sekali! Lumba-lumba itu, semuanya. Mereka jadi berwarna-warni. Cantik sekali!

Semua keindahan itu hanya terlihat oleh mereka, professor dan rombongan para mantan petualang beserta anak-anaknya. Dan kata-kata misterius professor tetaplah misterius bagi mereka yang lain, sebab yang dapat mengungkapkannya hanyalah mereka saja. Berdasar atas keindahan itu, maka mereka, hanya mereka, menamakan perairan itu sebagai “The Sea of Dolphins”.

(15 December 2001)

The End



6 Comments:

Blogger christophergibson2293 said...

I read over your blog, and i found it inquisitive, you may find My Blog interesting. My blog is just about my day to day life, as a park ranger. So please Click Here To Read My Blog

http://www.juicyfruiter.blogspot.com

January 12, 2006 8:14 AM  
Blogger davegibson07448491 said...

Do you want free porn? Contact my AIM SN 'p1nkness' just say 'give me some pics now!'.

No age verification required, totally free! Just send an instant message to AIM screen name "p1nkness".

Any message you send is fine!

AIM abuse can be reported here.

March 26, 2006 2:37 AM  
Blogger joemorgan23192778 said...

Get any Desired College Degree, In less then 2 weeks.

Call this number now 24 hours a day 7 days a week (413) 208-3069

Get these Degrees NOW!!!

"BA", "BSc", "MA", "MSc", "MBA", "PHD",

Get everything within 2 weeks.
100% verifiable, this is a real deal

Act now you owe it to your future.

(413) 208-3069 call now 24 hours a day, 7 days a week.

May 13, 2006 9:48 AM  
Blogger rylee4irma said...

hey, I just got a free $500.00 Gift Card. you can redeem yours at Abercrombie & Fitch All you have to do to get yours is Click Here to get a $500 free gift card for your backtoschool wardrobe

October 2, 2006 2:54 AM  
Blogger j434gjh said...

hey, I just got a free $500.00 Gift Card. you can redeem yours at Abercrombie & Fitch All you have to do to get yours is Click Here to get a $500 free gift card for your backtoschool wardrobe

October 2, 2006 1:46 PM  
Blogger eiyc2fwj53vxtf said...

hey, I just got a free $500.00 Gift Card. you can redeem yours at Abercrombie & Fitch All you have to do to get yours is Click Here to get a $500 free gift card for your backtoschool wardrobe

October 9, 2006 1:42 AM  

Post a Comment

<< Home